Ontologi itu apa?

Posted on October 29, 2009 by Muslih.
Categories: Science Phylosophy and Ethics.
  1. Pengertian Ontologi

Pengertian ontologi sangat beragam dan berubah sesuai dengan berjalannya waktu dan konteks. Selain dalam ilmu filsafat, ontologi juga banyak digunakan dalam studi bahasa, teknologi informasi dan teknik.  Secara umum ontologi (bahasa Yunani ont: ada, logia: ilmu) adalah cabang ilmu filsafat yang mempelajari tentang perwujudan alam, keberadaan dan kenyataan alam secara umum.  Termasuk didalamnya adalah pengelompokan atas sesuatu dan keterkaitannya.  Berikut ini adalah beberapa asal kata ontologi:

  1. Oxford English Dictionary (OED)
    • OED (1989)

Ontology dalam kosakata bahasa Inggris pertama kali ditemukan pada kamus Bailey (1721) yang berarti “an account of being in the abstract” atau “pengenal atas sesuatu yang abstrak”

    • OED (2008)

Ontology dalam kosakata bahasa Inggris pertama kali diperkenalkan oleh Gideon Harvey (1636-1702) yang berarti ”archelogia philosophia nova” atau ”new principles of philosophy

  1. Merriam Webster’s Online Dictionary
    • Latin ontologia (ont+logia)
    • Cabang ilmu metafisika yang menitikberatkan pada keberadaan alam dan hubungan keberadaannya.
    • Teori tentang keberadaan alam dan berbagai macam hal yang telah ada.

Sebagai cabang ilmu metafisika, kajian-kajian dalam ontologi lebih menitikberatkan pada pertanyaan-pertanyaan tentang bagian atau entitas sesuatu, bagaimana entitas itu ada atau tidak ada dan pengelompokan   atas entitas-entitas yang ada menjadi sebuah hirarki yang didasarkan kemiripan dan perbedaan.

Ontologi merupakan sinonim dari metafisik yang diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles mengartikan metafisik, yang kemudian hari disebut ontlogy, sebagai ”the science of being qua being” atau “ilmu tentang keberadaan sesuatu dan ruang lingkup sesuatu”.  Karena itu, dalam ontologi kajian ditekankan pada ”keberadaan sesuatu” dan ”mengapa sesuatu itu ada”.  Tidak termasuk dalam ontologi adalah:

  • kajian tentang fakta atau data yang diperoleh dari sesuatu
  • atribut-atribut tertentu yang dikaitkan dengan keberadaan sesuatu.
  1. Pertanyaan mendasar dalam ontologi

Ahli ontologi menggunakan beberapa pertanyaan mendasar tentang keberadaan sesuatu dengan tujuan untuk memperoleh jawaban yang paling ideal. Pertanyaan-pertanyaan utama dalam ontologi adalah:

  • Atas dasar apakah ”sesuatu” itu dikatakan sebagai ”ada”?
  • Jika ”sesuatu” itu dikatakan ”ada”, bagaimana cara mengelompokkannya?

Kedua pertanyaan tersebut telah mendorong dilakukannya upaya untuk membagi entitas-entitas yang melekat pada ”sesuatu” menjadi kelompok atau kategori.  Karena jumlah entitas sangat banyak, maka daftar kategori yang dibuat juga beragam.  Untuk mempermudah kita menemukan kategori yang diinginkan, kategori-kategori yang ada disusun dan dihubungkan dalam bentuk skema.  Aplikasi dari kategorisasi entitas dapat dilihat dalam ilmu perpustakaan dan IT.

Pengembangan dari dua pertanyaan mendasar dalam ontologi telah mendorong ahli filsafat untuk berpikir lebih keras dan memacu perkembangan ontologi dan aplikasinya dalam berbagai bidang.  Beikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan dalam ontologi:

  • Apa yang dimaksud dengan ”ada”?
  • Apakah ”ada” memiliki sesuatu atau properti?
  • Jika ”sesuatu” tersusun atas entitas, maka entitas manakah yang fundamental?
  • Bagaimana properti dari sebuah obyek dapat berhubungan dengan obyek tersebut?
  • Apa ciri yang paling penting dari sebuah obyek?
  • Jika ”ada” memiliki tingkatan (level), berapa jumlah level yang dimiliki oleh sebuah ”ada”?
  • Apa yang dimaksud dengan obyek fisik?
  • Apakah bukti yang dapat menyatakan bahwa suatu obyek fisik itu dikatakan sebagai ”ada”?
  • Apakah bukti yang dapat menyatakan bahwa suatu obyek fisik memiliki entitas atau unsur non-fisik?
  • Apa saja yang dapat menggantikan identitas sebuah obyek?
  • Kapan sebuah obyek meninggalkan keberadaannya dan atau berubah?
  1. Konsep ontologi

Konsep-konsep yang berkembang dalam ontologi dapat dirangkum menjadi 5 konsep utama, yaitu:

  1. Umum dan tertentu
  2. Kesengajaan (substance) dan ketidaksengajaan (accident)
  3. Abstrak dan kongkrit
  4. Esensi dan eksistensi
  5. Determinisme dan indeterminisme

1.  Umum (universal) dan Tertentu (particular)

Umum (universal) adalah sesuatu yang pada umumnya dimiliki oleh sesuatu, misalnya: karakteristik dan kualitas. “Umum” dapat dipisahkan atau disederhanakan melalui cara-cara tertentu. Sebagai contoh, ada dua buah kursi yang masing-masing berwarna hijau, maka kedua kursi ini berbagi kualitas ”berwarna hijau” atau ”menjadi hijau”.

Tertentu (particular) adalah entitas nyata yang terdapat pada ruang dan waktu. Contohnya, Socrates (guru dari Plato) adalah tertentu (particular), seseorang tidak dapat membuat tiruan atau kloning dari Socrates tanpa menambahkan sesuatu yang baru pada tiruannya.

2.  Substansi (substance) dan Ikutan (accident)

Substansi adalah petunjuk yang dapat menggambarkan sebuah obyek, atau properti yang melekat secara tetap pada sebuah obyek.  Jika tanpa properti tersebut, maka obyek tidak ada lagi.

Ikutan (accident) dalam filsafat adalah atribut yang mungkin atau tidak mungkin dimiliki oleh sebuah obyek.  Menurut Aristoteles, ”ikutan” adalah kualitas yang dapat digambarkan dari sebuah obyek.  Misalnya: warna, tekstur, ukuran, bentuk dsb.

3.  Abstrak dan Kongkrit

Abstrak adalah obyek yang ”tidak ada” dalam ruang dan waktu tertentu, tetapi ”ada” pada sesuatu yang tertentu, contohnya: ide, permainan tenis (permainan adalah abstrak, sedang pemain tenis adalah kongkrit).

Kongkrit adalah obyek yang ”ada” pada ruang tertentu dan mempunyai orientasi untuk waktu tertentu. Misalnya: awan, badan manusia.

4.  Esensi dan eksistensi

Esensi adalah adalah atribut atau beberapa atribut yang menjadi dasar keberadaan sebuah obyek. Atribut tersebut merupakan penguat dari obyek, jika atribut hilang maka obyek akan kehilangan identitas.

Eksistensi (existere: tampak, muncul. Bahasa Latin) adalah kenyataan akan adanya suatu obyek yang dapat dirasakan oleh indera.

5.  Determinisme dan indeterminisme

Determinisme adalah pandangan bahwa setiap kejadian (termasuk perilaku manusia, pengambilan keputusan dan tindakan) adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rangkaian kejadian-kejadian sebelumnya.

Indeterminisme merupakan perlawanan terhadap determinisme. Para penganut indeterinisme mengatakan bahwa tidak semua kejadian merupakan rangkaian dari kejadian masa lalu, tetapi ada faktor kesempatan (chance) dan kegigihan (necessity).  Kesempatan (chance) merupakan faktor yang dapat mendorong terjadinya perubahan, sedangkan kegigihan (necessity) dapat membuat sesuatu itu akan berubah atau dipertahankan sesuai asalnya.

——————————————————————–

Filsafat itu membosankan, membingungkan dan menjemukan,
Jika ingin memahami kuliah filsafat, tidur mendengkur pada saat kuliah adalah merupakan alternatif
Demi menjaga etika kita justeru berbuat memalukan,
Orang yang beretika kadang tak punya malu….
Mari merenung bersama…

3 comments.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>